Akan kuceritakan
kepadamu tentang sesuatu yang masih tersimpan dalam benakku. (Alay dikit gpp,hehe)
"Terlalu Cantik"
Sekitar 4 tahun yang lalu,
aku mendaftar di salah-satu sekolah negeri. Pertama belajar disekolah itu, aku memilih
tempat duduk paling belakang. Tak sengaja ku menemukan sebuah buku kecil dengan
sampul yang sangat indah di dalam laci mejahku. Ku tertarik untuk melihat isinya.
Kubukalah buku itu secara perlahan-lahan, sambil menikmati bisikan suara indah yang
terdengar dari helai kertas yang kubuka. Kucoba tuk menemukan nama pemilik buku
itu, helai demi helai ku perhatikan tapi sayang ku tak menemukan nama pemiliknya.
Namun ku masih penasaran dengan buku itu, ku coba sekali lagi untuk melihat kembali
isi daripada buku itu. Ketika sampai pada pertengahan halaman, tak sengaja ku memukan
sebuah kisah dari pemilik buku itu, yang membuatku begitu tersentuh. Dalam kisahnya dia menuliskan bahwa sewaktu kecilnya
ia adalah anak yang periang, cantik nan lugu. Hari-harinya terasa begitu indah dengan
kasih sayang dari kedua orang tuanya. Lambat laun ia perlahan tumbuh menjadi gadis
dewasa, kecantikannya pun mulai bertambah, siapa saja yang melihatnya akan terkagum-kagum
dengan kecantikannya. Kulitnya yang putih
serta begitu halus dan lembut ketika disentuh. Setiap orang yang melihatnya merasa
tak bosan.Tak satupun dari dirinya yang dapat dicela (seperti syair lagu Tak Bosan,
hehe). Namun sayangnya, ia menganggap hal itu sebagai musibah yang menimpahnya banyak
laki-laki mulai menggodanya bahkan ada yang ingin berbuat keji padanya, tapi ia
bersyukur karena selalu berhasil melarikan diri dari kejadian-kejadian buruk yang
menimpahnya. Dia hidup dalam ketakukan yang berlarut-larut. Saat ia ke sekolah ia
sangat takut sampai terkadang menangis serta memegang erat tangan ayahnya yang mengantarnya.
Seringkali ayahnya bertanya kepadanya akan apa yang terjadi padanya. Namun ia malu
untuk mengungkapkan itu semua kepada ayahnya. Ia mencoba berbagai cara agar dirinya
tidak diganggu lagi oleh orang lain, ia selalu menutup wajahnya dengan kain kerudungnya
serta selalu jalan menunduk agar orang lain tak memperhatikan wajahnya. Namun sekali
lagi, hal itu justru membuat kaum lelaki disekitarnya malah tambah tertarik untuk melihat wajahnya. Hari demi hari dilaluinya dengan penuh
ketakutan dan kecemasan. Deraian air mata terus-menerus membasahi pipinya. Hingga
suatu saat ia mulai berfikir keras untuk mencari cara agar tidak lagi mengalami
hari-hari yang buruk. Ia merasa sangat sulit menemukan cara yang tepat untuk dirinya,karena
lelah iapun kemudian tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi, ia melihat wajahnya di
cermin penuh dengan jerawat yang besar yang membuat dirinya kaget dan takut sampai
ia terbangun dari tidurnya. Keringat pun mulai membasahi badannya. Jangtungnya pun
berdetak kencang, Perlahan-lahan dia menarik sebuah cermin kecil yang ada di
dekatnya. Ia mencoba memberanikan diri untuk melihat wajahnya. Ia bersyukur karena
itu hanya mimpi. Ia duduk sejenak sambil merenungi nasibnya yang malang itu. Ia
kemudian berfikir bagaimana jika mimpinya itu betul-betul terjadi pada dirinya, mungkin dengan cara itu ia bisa
terhindar dari hal-hal buruk yang menimpanya. Ia pun kemudian mencari cara untuk membuat agar wajahnya berjerawat. Keesokan harinya
ia bertanya kepada teman-temannya yang memiliki banyak masalah kulit wajah. Awalnya,
temannya merasa tersinggung dengan pertanyaannya sampai ia dimusuhi oleh temannya berhari-hari. Ia kemudian meminta maaf kepada temannya dan berterus terang akan
peristiwa yang dialaminya. Awalnya temannya merasa tak tega, dengan alasan sayang
sekali jika wajah cantik nan halus mulusnya harus berubah menjadi wajah yang kasar.
Temannya pun menyuruhnya untuk mencari cara yang lain yang diyakininya lebih baik,
namun ia tetap saja pada pendiriannya. Akhirnya temannya membagikan kisahnya, dia
pun mulai melalukan keseharian seperti yang dilakukan oleh temannya, dan akhirnya
wajahnya mulai berubah, kulit halus nan mulus sudah ditutupi dengan jerawat disekitar
wajahnya. Walaupun demikian, tapi masih ada saja beberapa orang yang mengganggunya.
Dia kemudian membuat dirinya menjadi bau sehingga tak ada lagi yang mau mendekatinya.
Ia bersyukur karena tak ada lagi laki-laki yang mengganggunya. Nasib yang suram
pun mulai menjauhi dirinya. Namun, dalam akhir kisahnya dia mengatakan terkadang
merasa terganggu dengan dirinya sendiri, ia selalu membersihkan badannya acapkali
pulang ke rumahnya. Kendati demikian nasib yang malang itu telah menjauh dari dirinya.
Nah, itulah kisah yang
penulis dapatkan dari buku itu, sampai sekarang penulis pun masih penasaran dengan
pemilik buku itu. Mungkin saja penulis pernah bertemu dengannya, tapi tidak menyadari
bahwa dialah orangnya. Penulis pun bingung dengan kesimpulan yang tepat untuk kisah
diatas,hehe.Penulis salut dengan dia yang yang terus berusaha untuk menjauhkan
dirinya dari kejadian-kejadian yang pahit. Selain itu pelajaran bagi kita semua,
terkhusus untuk wanita bahwa kecantikan bukanlah segalanya. Disatu sisi begitu banyak
wanita mendambakan kecantikan disisi lain ada pula yang menjauhinya. Sekali lagi
penulis tidak menyarankan kepada para membaca untuk mengikuti atau melakukan hal
yang sama seperti kisah diatas, tetapi hanya sekedar untuk mengambil hikmah dibaliknya.
Untuk para wanita sebaiknya tidak usah terlalu berlebih-lebihan dalam berdandan ketika
ke luar rumah. Sekedar tips bagi
para pembaca, terkhusus bagi muslimah bahwa al-qur'an dan sunnah adalah petunjuk yang dapat dijadikan sebagai
pedoman bagi ummat manusia dalam kehidupan sehari-hari. Darinya terdapat berbagai macam solusi terhadap berbagai masalah yang kita hadapi. Termasuk
dalam adab bepergian keluar rumah untuk senangtiasa berdoa Allah agar
terlindung hal-hal yang tidak baik. Juga mengajarkan cara berpakaian yang baik.
Dengan demikian kita senangtiasa selalu dalam lindungan-Nya dan jauh dari
segala yang buruk-buruk.
Sekian makasih,
Wassalam.